Profil Penderita Morbus Hansen di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD Bali Mandara Januari 2018-Desember 2020

Felicia Aviana, I Made Birawan, Ni Nyoman Ayu Sutrini

Abstract

Morbus Hansen (MH) merupakan salah satu penyakit terabaikan dan masih sering dijumpai di negara tropis dan subtropis, termasuk di Indonesia yang menduduki peringkat ketiga di dunia. Penelitian deskriptif retrospektif dilakukan untuk mengetahui profil penderita MH di Poliklinik
Kulit dan Kelamin RSUD Bali Mandara periode Januari 2018-Desember 2020. Didapatkan 55 penderita MH dengan 492 (1,6%) kunjungan dari 30587 total kunjungan; terdiri dari 39 (71%) laki-laki dan 16 (29%) perempuan, terbanyak dari kelompok usia 25-44 tahun (45,5%). Berdasarkan
tipe MH, didapatkan tipe multibasiler (MB) sebesar 92,7%. Berdasarkan reaksi MH, didapatkan 14,5% pasien dengan reaksi erythema nodosum leprosum (ENL), tidak didapatkan pasien reaksi reversal. Mayoritas penderita MH di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD Bali Mandara periode Januari
2018-Desember 2020 adalah laki-laki, kelompok usia 25-44 tahun, tipe multibasiler dengan reaksi erythema nodosum leprosum (ENL).

 

Morbus Hansen (MH) still becomes one of the neglected tropical diseases, including in Indonesia where the prevalence ranks third in the world. This retrospective descriptive study was conducted to describe the profile of MH patients at the Dernatovenerology Clinic, Bali Mandara General Hospital. There were 55 MH patients with 492 (1,6%) visits from 30587 total visits during January 2018-December 2020. This 55 MH patients consisted of 39 (71%) males dan 16 (29%) females, the dominant age group was 25-44 year-old (45,5%). Based on the type of MH,
92,7% were Multibacillary (MB) type reaction and 14,5% were erythema nodosum leprosum (ENL) reaction. The majority of MH patients at the Dermatovenerology Clinic, Bali Mandara General Hospital, were male, 25-44 year-old, multibacillary type with erythema nodosum leprosum
(ENL) reaction.

Full Text:

PDF

References

Salgado GC,de Brito AC, Salgado UI, Spencer JS. Leprosy. Kang S, Amagai M, Bruckner Al, Enk AH, Margois DJ, McMichael AJ, Orringer JS. Fitzpatrick’s dermatology in general medicine. 9th ed. New York. McGraw-Hill; 2019 .pp. 459

Wisnu IM, Sjamsoe-Daili E, Menaldi SL. Kusta. In: Menaldi SLSW, Bramono K, Indriatmi W. Ilmu penyakit kulit dan kelamin. 7th Ed. Jakarta: UI; 2017 .pp. 234-8

World Health Organization. Global leprosy (Hansen disease) Update, 2019: Time to step up pevention initiatives. Weekly Epidemiol Record. 2020;95:417-40.

Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. Hapuskan stigma dan diskriminasi terhadap kusta. INFODATIN [Internet]. 2018. Available from: http://www.depkes.go.id/download.php?file=download/pusdatin/infodatin/infoDatin-kusta-2018.pdf

Price VG. Factors preventing early case detection for women affected by leprosy: A review of the literature. Global health action. 2017;10(sup2):1360550.

Bhat RM, Prakash C. Leprosy: An overview of pathophysiology. Interdisciplinary perspectives on infectious diseases. 2012;2012:181089. doi: 10.1155/2012/181089..

Liu YY, Yu MW, Ning Y, Wang H. A study on gender differences in newly detected leprosy cases in Sichuan, China, 2000–2015. Internat J Dermatol. 2018;57(12):1492-9.

Dabrera TM, Tillekeratne LG, Fernando MN, Kasturiaratchi SK, Østbye T. Prevalence and correlates of leprosy in a high-risk community setting in Sri Lanka. Asia Pacific J Publ Health. 2016;28(7):586-91.

Ramos AC, Gomes D, Santos Neto M, Berra TZ, de Assis IS, Yamamura M, et al. Trends and forecasts of leprosy for a hyperendemic city from Brazil’s northeast: Evidence from an eleven-year time-series analysis. PlosOne. 2020;15(8):e0237165.

Desrina A, Kapantow GM, Kandou RT. Profil penderita morbus hansen (MH) di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUP Prof. Dr. RD Kandou Manado Periode Januari–Desember 2013. e-CliniC 2020;8(2):199-202.

Putra IG, Fauzi N, Agusni I. Kecacatan pada penderita kusta baru di divisi Kusta URJ Penyakit Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Soetomo Surabaya Periode 2004–2006. Berkala Ilmu Kes Kulit Kelamin. 2009;21(1):9-17.

Lastória JC, Abreu MA. Leprosy: Review of the epidemiological, clinical, and etiopathogenic aspects-part 1. An Brasileiros de Dermatol. 2014;89(2):205-18.

Nabila AQ, Nurainiwati SA, Handaja D. profil penderita penyakit kusta di rumah sakit Kusta Kediri periode Januari 2010 sampai Desember 2010. Saintika Medika.2018;8(2):70-7.

Safira NF, Widodo A, Wibowo DA, Budiastuti A. Faktor risiko penderita kusta tipe multibasiler di RSUD Tugurejo Semarang. J Kedokt Diponegoro.2020;9(2):201-7.

Bhat RM, Vaidya TP. What is new in the pathogenesis and management of erythema nodosum leprosum. Indian Dermatol Online J. 2020;11(4):482.

Natasha J, Esti PK, Komarasari E, Rohmah B. Penggunaan pentoksifilin pada reaksi eritema nodosum leprosum berat dengan lesi vaskulonekrotik: Sebuah laporan kasus berbasis bukti. Media Dermato Venereol Indones. 2018;45(2):81-6.

Departemen Kesehatan RI. Buku pedoman nasional pemberantasan penyakit kusta cetakan XVIII. Direktorial Jendral Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan. 2012.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.