Aktivitas Antibakteri Sediaan Face Scrub Ekstrak Etanol Daun Amis-amisan (Houttuynia cordata Thunb) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus
Hasil Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.55175/cdk.v52i3.1218Kata Kunci:
Antibakteri, face scrub, Houttuynia cordata ThunbAbstrak
Latar belakang: Daun amis-amisan (Houttuynia cordata Thunb) mengandung metabolit sekunder yang memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri dan karakteristik sediaan face scrub berbasis ekstrak etanol daun amis-amisan dengan konsentrasi 10%, 20%, dan 30% terhadap Staphylococcus aureus menggunakan metode difusi. Metode: Penelitian juga mengevaluasi efektivitas etanol 96% sebagai pelarut dalam proses ekstraksi dengan metode remaserasi, skrining fitokimia, analisis kromatografi lapis tipis (KLT), serta sifat fisik sediaan. Hasil: Proses ekstraksi menghasilkan 57,07 gram ekstrak dengan rendemen sebesar 28,53%. Skrining fitokimia dan KLT menunjukkan bahwa ekstrak mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan steroid. Aktivitas antibakteri ditunjukkan oleh diameter zona hambat rata-rata pada sediaan face scrub dengan konsentrasi 10%, 20%, dan 30%, yaitu masing-masing sebesar 1,127 cm, 1,282 cm, dan 1,460 cm. Uji sifat fisik sediaan, meliputi homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, dan uji iritasi, menunjukkan bahwa seluruh sediaan memenuhi syarat karakteristik fisik. Sediaan face scrub dengan konsentrasi 30% memiliki aktivitas antibakteri terbaik terhadap Staphylococcus aureus dan memenuhi standar fisik sediaan. Simpulan: Penelitian ini mengevaluasi aktivitas antibakteri dan karakteristik sediaan face scrub berbasis ekstrak etanol daun amis-amisan terhadap Staphylococcus aureus. Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun amis-amisan mengandung senyawa bioaktif seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan steroid, yang berpotensi memberikan efek antibakteri.
Unduhan
Referensi
Yuniarsih N, Meilinda Sari A. Formulasi dan evaluasi stabilitas fisik sediaan gel face scrub ekstrak Cucumis sativus L. dan ampas kelapa. Maj Farmasetika 2021;6(Suppl 1):152.
Miyata M, Koyama T, Yazawa K. Water extract of Houttuynia cordata thunb. leaves exerts anti-obesity effects by inhibiting fatty acid and glycerol absorption. J Nutr Sci Vitaminol (Tokyo). 2010;56(2):150–6. DOI: 10.3177/jnsv.56.150.
Kim GS, Kim DH, Jeong Ju L, Lee JJ, Han DY, Lee WM, et al. Biological and antibacterial activities of the natural herb Houttuynia cordata water extract against the intracellular bacterial pathogen Salmonella within the RAW 264.7 macrophage. Biol Pharm Bull. 2008;31(11):2012–7. DOI: 10.1248/bpb.31.2012.
Rahardhian MRR, Murti BT, Wigati D, Suharsanti R, Wigati D, Putri CN. Solvent concentration effect on total flavonoid and total phenolic contents of Averrhoa bilimbi leaf extract. Pharmaciana. 2019;9(1):137–44. DOI: 10.12928/pharmaciana.v9i1.8793.
Ramonah D, Rahardhian MRR, Putri CN. Determinasi total flavonoid, total fenolik dan aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun insulin (Smallanthus Sonchifolius) dengan metode perkolasi. Media Farm Indones. 2020;15(1):1585–92. DOI: 10.53359/mfi.v15i1.143.
Putri CN, Rahardhian MRR, Ramonah D. Pengaruh metode ekstraksi terhadap kadar total fenol dan total flavonoid esktrak etanol daun insulin (Smallanthus sonchifolius) serta aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. J Pharm Sci Clin Res. 2022;7(1):15. DOI: 10.20961/jpscr.v7i1.43465.
Cahyani IM, Artiyani R. Efektivitas minyak atsiri kulit jeruk bergamot (Citrus bergamia) dalam masker gel peel-off sebagai anti bakteri Staphylococcus aureus Atcc 29213. J Ilmiah Manuntung. 2017;3(2):192–6. DOI: 10.51352/jim.v3i2.127.
Nazarudin M, Analis A, Borneo K. Uji efektivitas antibakteri esktrak etil asetat bawang dayak (Eleutherine palmifolia Merr) terhadap Staphylococcus aureus dengan metode sumuran. J Ilmiah Manuntung 2019;5(2):174–82. DOI: 10.51352/jim.v5i2.278.
Rahardhian MRR, Susilawati Y, Sumiwi SA, Muktiwardoyo M, Muchtaridi M. A review of sungkai (Peronema canescens): Traditional usage, phytoconstituent and pharmacological activities. Int J Appl Pharm. 2022;14(5):15-20. DOI:10.22159/ijap.2022.v14s5.24.
Harborne JB. Metode fitokimia: Penuntun cara modern menganalisis tumbuhan. Bandung: Penerbit ITB; 1987 .p. 78.
Departemen Kesehatan RI. Analisis obat tradisional. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia; 1987.
Habibi AI, Firmansyah AR, Setyawati SM. Skrining fitokimia ekstrak n-heksan korteks batang salam (Syzygium polyanthum). Indones J Chem Sci. 2018;7(1):1–4. DOI: 10.15294/ijcs.v7i1.23370.
Wardhani RAP, Supartono. Uji aktivitas antibakteri ekstrak kulit buah rambutan (Nephelium lappaceum L.) pada bakteri. Indones J Chem Sci. 2015;4(1):46–51.
Marliana SD, Suryanti V, Suyono. Skrining fitokimia dan analisis kromatografi lapis tipis komponen kimia buah labu siam (Sechium edule Jacq. Swartz.) dalam ekstrak etanol. Biofarmasi 2005;3(1):26–31.
Harborne J. Metode fitokimia penuntun cara modern menganalisis tumbuhan. ITB; 1996 .p. 69–76.
Ergina, Nuryanti S, Pursitasari ID. Uji kualitatif senyawa metabolit sekunder pada daun palado (Agave angustifolia) yang diekstraksi dengan pelarut air dan etanol. J Akad Kim. 2014;3(3):165–72.
Departemen Kesehatan RI. Farmakope Indonesia. IV. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia; 1995.
Nuraeni AD, Lukmayani Y, Kodir RA. Uji aktivitas antibakteri Propionibacterium acnes ekstrak etanol dan fraksi daun karuk (Piper sarmetosum Roxb. Ex. Hunter) serta analisis KLT bioautografi. J Ris Farm. 1970;1(1):9–15.
Amalia A, Sari I, Nursanty R. Aktivitas antibakteri ekstrak etil asetat daun sembung (Blumea balsamifera (L.) DC.) terhadap pertumbuhan bakteri methicillin resistant Staphylococcus aureus (MRSA). J UIN Ar-Raniry. 2017;5(1):387–91. DOI: 10.22373/pbio.v5i1.2160.g1611.
Ibrahim A, Kuncoro H. Identifikasi metabolit sekunder dan aktivitas antibakteri ekstrak daun sungkai (Peronema canescens Jack.) terhadap beberapa bakteri patogen. J Trop Pharm Chem. 2012;2(1):8–18. DOI:10.25026/jtpc.v2i1.43.
Poeloengan M, Praptiwi P. Uji aktivitas antibakteri ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangostana Linn). Media Lit Bang Kes. 2010;20:65–9.
Egra S, Mardhiana, Rofin M, Adiwena M, Jannah N, Kuspradini H, et al. Aktivitas antimikroba ekstrak bakau (Rhizophora mucronata) dalam menghambat pertumbuhan Ralstonia solanacearum penyebab penyakit layu. Agrovigor J Agroekoteknologi. 2019;12(1):26.
Samputri RD, Toemon AN, Widayati R. Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol biji kamandrah (Croton tilgium L.) terhadap pertumbuhan Salmonella typhi dengan metode difusi cakram (Kirby-Bauer). Herb-Medicine J. 2020;3(3):19. DOI: 10.30595/hmj.v3i3.6393.
Dominica D, Handayani D. Formulasi dan evaluasi sediaan lotion dari ekstrak daun lengkeng (Dimocarpus longan) sebagai antioksidan. J Farm Ilmu Kefarmasian Indones. 2019;6(1):1. DOI: 10.20473/jfiki.v6i12019.1-7.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Muhammad Ryan Radix Rahardhian

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.