Persepsi Dokter Praktik Swasta terhadap Sistem Pelaporan Kasus Tuberkulosis di Kota Pontianak Tahun 2020
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.55175/cdk.v52i12.1533Kata Kunci:
Dokter praktik swasta, sistem pelaporan, tuberkulosis (TB)Abstrak
Pendahuluan: Kenyataannya masih banyak pasien tuberculosis (TB) yang tidak mendapatkan pengobatan sebagaimana mestinya. Salah satu faktor penyebabnya ialah masih tingginya angka kasus tuberkulosis yang tidak terlaporkan. Penelitian ini bertujuan mengetahui persepsi dokter praktik mandiri terhadap pelaporan kasus tuberkulosis di Kota Pontianak tahun 2020. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Sampel penelitian ini adalah 12 orang Dokter Praktik Mandiri (DPM) dan dokter praktik Swasta dari tiap kecamatan di Kota Pontianak, serta pengelola program TB. Sampel penelitian ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling, dan data kualitatif dianalisis dengan menggunakan content analysis; Hasil: Hasil penelitian menunjukkan kurangnya pengetahuan dan pemahaman sektor swasta terhadap Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 67 Tahun 2016 terkait sistem pelaporan kasus; Kesimpulan: Faktor yang mempengaruhi rendahnya pelaporan kasus TB kepada praktisi mandiri dan praktisi klinik swasta antara lain peran puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama yang memiliki program untuk pasien TB sehingga menjadi rujukan utama bagi pasien TB, selain itu terbatasnya pengetahuan dan pemahaman Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 67 Tahun 2016 serta realisasi dari peraturan tersebut, kurangnya koordinasi dan sosialisasi dari pemerintah, baik secara langsung maupun tidak langsung, kepada DPM dan dokter praktik klinik swasta, serta pasien yang kurang kooperatif dalam penanganan kasus TB.
Unduhan
Referensi
WHO. Global tuberculosis report 2020 [Internet]. Geneva: World Health Organization; 2020. Available from: https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/336069/9789240013131-eng.pdf.
CDC. Finding the missing 4 million: the role of enhanced diagnostics and case-finding in reaching all people with TB [Internet].Georgia: Centers for Disease Control and Prevention; 2015. Available from: https://www.cdc.gov/globalhivtb/who-we-are/resources/keyareafactsheets/finding-the-missing-4-million.pdf.
National TB Programme Manager MOH Indonesia. Mandatory notification TBC in Indonesia [Internet]. 2018. Available from: https://cdn.who.int/media/docs/default-source/hq-tuberculosis/global-task-force-on-tb-impact-measurement/meetings/2018-05/tf7_p03_indonesia_mandatory_notification.pdf?sfvrsn=a88cd73b_5.
Dinas Kesehatan Kota Pontianak. Profil kesehatan kota Pontianak tahun 2017. 2018.
Kementerian Kesehatan RI. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 67 Tahun 2016 Tentang Penanggulangan Tuberkulosis [Internet]. Jakarta: Kementerian Kesehatan; 2016. Available from: https://peraturan.bpk.go.id/Details/114486/permenkes-no-67-tahun-2016.
Kurniawati A, Mahendradhata Y, Padmawati RS. Acceptability notifikasi wajib tuberkulosis (TB) pada dokter praktik mandiri dan klinik pratama swasta di kota Yogyakarta. J Kebijak Kesehat Indones. 2019;08(01):1–9.
Keith RE, Crosson JC, O’Malley AS, Cromp DA, Taylor EF. Using the consolidated framework for implementation research (CFIR) to produce actionable findings: a rapid-cycle evaluation approach to improving implementation. Implementation Science [Internet].2017. Available from: https://implementationscience.biomedcentral.com/articles/10.1186/s13012-017-0550-7.
Hartati NS, Sulistiowati E, Susilawati D, Penelitian P, Sumber K, Kesehatan P, et al. Pelaksanaan program Indonesia sehat dengan pendekatan keluarga (PIS-PK) di Puskesmas. Media LitBangKes. 2021;30(3):161–70. https://doi.org/10.22435/mpk.v31i3.3381.
Hopewell PC, Pai M, Maher D, Uplekar M, Raviglione MC. International Standards for Tuberculosis Care. Lancet Infectious Diseases 2006;6(11):710−th25. doi:10.1016/S1473-3099(06)70628-4.
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. Pedoman diagnosis dan penatalaksanaan tuberkulosis di Indonesia. Jakarta: Perhimpunan Dokter Paru Indonesia; 2011. p. 1–55.
Murrison LB, Ananthakrishnan R, Sukumar S, Augustine S, Krishnan N, Pai M, et al. How do urban indian private practitioners diagnose and treat tuberculosis? a cross-sectional study in Chennai. PLoS One 2016;11(2):1–14. doi: 10.1371/journal.pone.0149862.
Yeole RD, Khillare K, Chadha VK, Lo T, Kumar AM V. Tuberculosis case notification by private practitioners in Pune, India: how well are we doing? Public Health Action. 2015;5(3):173−9. doi:10.5588/pha.15.0031.
Datta K, Bhatnagar T, Murhekar M. Private practitioners’ knowledge, attitude and practices about tuberculosis, Hooghly District, India. Indian J Tuberc. 2010;57(4):199−206. PMID: 21141338.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Panduan operasional koalisi organisasi profesi Indonesia untuk penanggulangan tuberkulosis (KOPI TB). Jakarta: Kementerian Kesehatan; 2018.
Adrian MM, Purnomo EP, Agustiyara AW. Implementasi kebijakan pemerintah Permenkes no 67 Tahun 2016 dalam penanggulangan tuberkulosis di kota Yogyakarta. J Kebijak Kes Indones JKKI. 2020;09(2):83−8. https://doi.org/10.22146/jkki.55965.
Edwards GC. Implementing public policy [Internet]. 2nd ed. Congressional Quarterly Press; 1980. Available from: https://books.google. co.id/books?id=nQtHAAAAMAAJ.
Thomas BE, Velayutham B, Thiruvengadam K, Nair D, Barman SB, Jayabal L, et al. Perceptions of private medical practitioners on tuberculosis notification: a study from Chennai, South India. PLoS One 2016;11(1):e0147579. doi:10.1371/journal.pone.0147579
Philip S, Isaakidis P, Sagili KD, Meharunnisa A, Mrithyunjayan S, Kumar AMV. “They know, they agree, but they don’t do” - the paradox of tuberculosis case notification by private practitioners in Alappuzha district, Kerala, India. PLoS One 2015;10(4):e0123286. doi.10.1371/journal.ppone.0123286.
Uplekar M. Public-private mix for tuberculosis care and prevention. What progress? what prospects? Internat J Tuberculosis Lung Dis. 2016;20(11):1424−9. doi:10.5588/ijtld.15.0536.
Siddaiah A, Ahmed MN, Kumar AMV, D’Souza G, Wilkinson E, Maung Maung T, et al. Tuberculosis notification in a private tertiary care teaching hospital in South India: a mixed-methods study. BMJ Open 2019;9:e023910. doi: 10.1136/bmjopen-2018-023910.
Wang L, Liu X, Huang F, Hennig C, Uplekar M, Jiang S. Engaging hospitals to meet tuberculosis control targets in china: using the internet as a tool to put policy into practice. Bull WHO. 2010;88(12):937−42. doi:10.2471/BLT.09.071753.
Huang F, Cheng SM, Du X, Chen W, Scano F, Falzon D, et al. Electronic recording and reporting system for tuberculosis in China: experience and opportunities. J Am Med Informatics Assoc. 2014;21(5):938−41. doi:10.1136/amiajnl-2013-002001.
Lew WJ, Lee EG, Bai JY, Kim HJ, Bai GH, Ahn DI, et al. An Internet-based surveillance system for tuberculosis in Korea. Int J Tuberc Lung Dis. 2006;10(11):1241−7.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Namira Alifah Fahiratunnisa

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.



