Skor TriAge+ sebagai Alat Diagnostik Klinis Awal Vertigo Sentral pada Stroke Serebelum – Laporan Kasus
Laporan Kasus
DOI:
https://doi.org/10.55175/cdk.v53i07.1706Kata Kunci:
Laporan kasus, serebelum, skor TriAge , stroke infark, vertigoAbstrak
Pendahuluan: Vertigo merupakan keluhan umum di unit gawat darurat (UGD), namun membedakan vertigo sentral dan perifer tetap menantang. Lebih dari 4,4 juta pasien datang ke unit gawat darurat dengan keluhan pusing atau vertigo setiap tahunnya, dan sekitar 5% di antaranya didiagnosis stroke. Identifikasi dini vertigo sentral sangat penting untuk mencegah luaran neurologis yang buruk. Kasus: Pria berusia 63 tahun datang dengan keluhan pusing bergoyang hebat disertai mual, sehingga tidak mampu berjalan. Skor TriAge+ adalah 9, menunjukkan risiko tinggi stroke. Pada hari ke-4 perawatan, pasien mengalami kelemahan anggota tubuh sisi kanan serta penurunan sensorik area nervus V kanan dan kiri. Hasil CT scan kepala tanpa kontras menunjukkan infark serebral iskemik subakut di pons, korona radiata kanan, serta basal ganglia di kedua sisi serta tanda-tanda atrofi otak. Pasien didiagnosis vertigo sentral akibat stroke infark serebelum. Pembahasan: Skor TriAge+ menunjukkan sensitivitas tinggi untuk mendeteksi vertigo sentral di UGD. Pada lingkungan dengan keterbatasan fasilitas di mana neuroimaging tidak langsung tersedia, alat klinis di sisi tempat tidur ini dapat memfasilitasi stratifikasi risiko dini dan rujukan tepat waktu untuk pemeriksaan penunjang definitif serta perawatan spesifik stroke. Simpulan: Skor TriAge+ sebagai alat diagnostik klinis awal di UGD sangat penting untuk deteksi vertigo sentral, agar dapat mengurangi morbiditas dan mortalitas akibat stroke serebelum.
Unduhan
Referensi
WHO. World health statistics overview 2019: monitoring health for the SDGs, sustainable development goals [Internet]. Geneva: World Health Organization; 2019. Available from: https://www.who.int/publications/i/item/9789241565707.
Kementerian Kesehatan RI. Laporan nasional RISKESDAS 2018 [Internet]. Jakarta: Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan; 2018. Available from: https://repository.kemkes.go.id/book/1323.
Saber Tehrani AS, Kattah JC, Kerber KA, Gold DR, Zee DS, Urrutia VC, et al. Diagnosing stroke in acute dizziness and vertigo. Stroke. 2018;49(3):788–95. doi: 10.1161/STROKEAHA.117.016979.
Wright J, Huang C, Strbian D, Sundararajan S. Diagnosis and management of acute cerebellar infarction. Stroke. 2014;45(4):e56–8. doi: 10.1161/STROKEAHA.114.004474.
Bodranghien F, Bastian A, Casali C, Hallett M, Louis ED, Manto M, et al. Consensus paper: revisiting the symptoms and signs of cerebellar syndrome. Cerebellum. 2016;15(3):369–91. doi:10.1007/s12311-015-0687-3.
Kuroda R, Nakada T, Ojima T, Serizawa M, Imai N, Yagi N, et al. The TriAGe+ score for vertigo or dizziness: a diagnostic model for stroke in the emergency department. J Stroke Cerebrovasc Dis. 2017;26(5):1144–53. doi: 10.1016/j.jstrokecerebrovasdis.2017.01.009.
Sari DA, Sutarni S, Setyopranoto I. Stroke iskemik dengan manifestasi dizziness/vertigo terisolasi. Majalah Kedokteran Neurosains Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia. 2020;37(2):116–24. doi: 10.52386/neurona.v37i2.116.
Sutarni S, Malueka RG, Gofir A. Bunga rampai vertigo [Internet]. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press; 2019. Available from: https://digitalpress.ugm.ac.id/book/11.
Miao HL, Zhang DY, Wang T, Jiao XT, Jiao LQ. Clinical importance of the posterior inferior cerebellar artery: a review of the literature. Int J Med Sci. 2020;17(18):3005–19. doi: 10.7150/ijms.49137.
Zwergal A, Feil K, Schniepp R, Strupp M. Cerebellar dizziness and vertigo: etiologies, diagnostic assessment, and treatment. Semin Neurol. 2020;40(1):87–96. doi: 10.1055/s-0039-3400315.
Salerno A, Strambo D, Nannoni S, Dunet V, Michel P. Patterns of ischemic posterior circulation strokes: a clinical, anatomical, and radiological review. Int J Stroke. 2022;17(7):714–22. doi:10.1177/17474930211046758.
Miao HL, Zhang DY, Wang T, Jiao XT, Jiao LQ. Clinical importance of the posterior inferior cerebellar artery: a review of the literature. Int J Med Sci. 2020;17(18):3005–19. doi: 10.7150/ijms.49137.
Rahmadita R, Shafa GN, Laksono S. Elektogram intrakardiak pada atrial flutter. Human Care Journal. 2022;7(3):565. doi: 10.32883/hcj.v7i3.1984.
Dommaraju S, Perer E. An approach to vertigo in general practice. Aust Fam Physician. 2016 Apr;45(4):190–4. PMID: 27052132.
Zwergal A, Dieterich M. Vertigo and dizziness in the emergency room. Curr Oppin Neurol. 2020;33(1):117–25. doi: 10.1097/WCO.0000000000000769.
Putra IBK, Adrian F. Dizziness dan vertigo dengan kerterkaitan sistem vertebrobasiler. Callosum Neurology. 2019;2(1):19–27. doi: 10.29342/cnj.v2i1.56.
Rosyidi RM, Priyanto B. Cerebellar infarction complicated with acute hydrocephalus. Int J Res Med Sci. 2019;7(3):948. doi: 10.18203/2320-6012.ijrms20190955.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Kurnia Elka Vidyarni, Dyah Irawati

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.






