Terapi Kotrimoksazol pada Ensefalitis Toxoplasma dengan Penyakit AIDS
Laporan Kasus
DOI:
https://doi.org/10.55175/cdk.v53i05.1767Kata Kunci:
Laporan kasus, cotrimoxazole, susunan saraf pusat, HIV/AIDS, infeksi oportunistik, ensefalitis toksoplasma (ET)Abstrak
Pendahuluan: Ensefalitis toksoplasma (ET) merupakan infeksi oportunistik tersering pada susunan saraf pusat pada pasien dengan infeksi HIV/AIDS dan dapat menyebabkan morbiditas serta mortalitas tinggi. Pada orang dengan HIV, ET lebih berat dan mengancam jiwa. Terapi lini pertama ET adalah kombinasi pyrimethamine dan sulfadiazine, namun keterbatasan ketersediaan obat tersebut di beberapa fasilitas kesehatan menjadikan cotrimoxazole sebagai alternatif pyrimethamine yang potensial. Kasus: Seorang laki-laki berusia 50 tahun, suku Bali, sudah menikah, diantar ke UGD dengan keluhan linglung sejak 2 hari sebelum masuk rumah sakit. Dua minggu sebelumnya pasien mengeluh nyeri kepala, lemas, nyeri menelan, dan adanya penurunan berat badan sebanyak 8 kg dalam 1 bulan. Pasien memiliki riwayat berganti pasangan seksual dan sering mengonsumsi lawar mentah, serta bekerja di peternakan babi. Pada pemeriksaan fisik ditemukan plak putih pada lidah dan faring. Pemeriksaan penunjang menunjukkan hasil tes cepat HIV reaktif dengan jumlah CD4 11 sel/μL, antibodi IgG anti-Toxoplasma gondii positif, serta CT scan kepala dengan kontras menunjukkan lesi ring enhancement multifokal parietalis kanan dan kiri disertai edema serebri. Pasien didiagnosis HIV stadium IV/AIDS dengan kandidiasis oroesofageal dan ensefalitis toksoplasma, kemudian diberikan terapi cotrimoxazole 960 mg setiap 8 jam. Perbaikan klinis terjadi setelah 11 hari perawatan, dan evaluasi CT scan kepala pada hari ke-18 menunjukkan perbaikan radiologis berupa berkurangnya edema perifokal dan sejumlah lesi. Pembahasan: Diagnosis ensefalitis toksoplasma pada pasien HIV/AIDS ditegakkan berdasarkan kombinasi manifestasi klinis, hasil serologi, dan temuan radiologis yang khas. Pada kondisi keterbatasan ketersediaan pyrimethamine dan sulfadiazine, cotrimoxazole dapat digunakan sebagai alternatif terapi yang efektif. Respons klinis dan radiologis yang baik pada kasus ini mendukung penggunaan cotrimoxazole sebagai pilihan terapi alternatif pada ensefalitis toksoplasma. Simpulan: Pada kondisi terbatasnya ketersediaan terapi lini pertama, cotrimoxazole dapat menjadi alternatif terapi yang efektif pada kasus ensefalitis toksoplasma dengan HIV reaktif, dan memberikan hasil klinis dan radiologis yang baik.
Unduhan
Referensi
World Health Organization. HIV data and statistics [Internet]. Geneva: World Health Organization; 2024 [cited 2026 Apr 8]. Available from: https://www.who.int/teams/global-hiv-hepatitis-and-stis-programmes/hiv/strategic-information/hiv-data-and-statistics.
HIV AIDS and STIs Indonesia. HIV AIDS and STIs information portal [Internet]. [cited 2022 Jun 21]. Available from: https://hivaidspimsindonesia.or.id.
Nelwan EJ, Wisaksana R. Textbook of internal medicine: symptoms and diagnosis of HIV. 6th ed. Central Jakarta: Interna Publishing; 2014.
Soleimani A, Bairami A. Cerebral toxoplasmosis in a patient leads to diagnosis of AIDS. Asian Pacific J Trop Dis. 2015;5(8):667–8. doi:https://doi.org/10.1016/S2222-1808(15)60910-0.
Herdiman T. Textbook of internal medicine: toxoplasmosis. 6th ed. Central Jakarta: Interna Publishing; 2014.
Kadri A, Yandra E. Demographic, clinical, and laboratory characteristics of HIV patients with cerebral toxoplasmosis at Haji Adam Malik General Hospital Medan. J Kedokt Brawijaya. 2022 Nov 4;32(2):116–9. doi:10.21776/ub.jkb.2022.032.02.7.
Elsheikha HM, Marra CM, Zhu XQ. Epidemiology, pathophysiology, diagnosis, and management of cerebral toxoplasmosis. Clin Microbiol Rev. 2020;34(1):e00115–19. doi:10.1128/CMR.00115-19.
Wu J, Luo X, Huang N, Li Y, Luo Y. Misdiagnosis of HIV with toxoplasmosis encephalopathy with progressive memory loss as the initial symptom: a case report. Front Neurol. 2022;13:809811. doi:10.3389/fneur.2022.809811.
Madi D, Achappa B, Rao S, Ramapuram JT, Mahalingam S. Successful treatment of cerebral toxoplasmosis with clindamycin. Oman Med J.2012;27(5):411–2. doi: 10. 5001/omj.2012.100.
Ramsey R, Geremia G. CNS complications of AIDS: CT and MR findings. Am J Roentgenol. 1988;151(3):449–54. doi: 10.2214/ajr.151.3.449.
Basavaraju A. Toxoplasmosis in HIV infection: an overview. Trop Parasitol. 2016;6(2):129. doi: 10.4103/2229-5070.190817.
Chandra FA. Tata laksana ensefalitis toksoplasma pada penyandang HIV. Cermin Dunia Kedokt. 2022;49(9):504–7. https://doi.org/10.55175/cdk.v49i9.296.
Ministry of Health Republic of Indonesia. National guidelines for HIV management (PNPK 2019) [Internet]. Jakarta: Ministry of Health Republic of Indonesia; 2019 [cited 2026 Apr 8]. Available from: https://kemkes.go.id/id/pnpk-2019---tata-laksana-hiv.
Mamfaluti T, Firdausa S, Siregar ML, Hasan M, Murdia M. A case report of a successful alternative regimen therapy for toxoplasma encephalitis in AIDS patients. Heliyon 2023;9(7):e18293. doi: 10.1016/j.heliyon.2023.e18293.
Derouin F, Leport C, Pueyo S, Morlat P, Letrillart B, Chene G, et al. Predictive value of Toxoplasma gondii antibody titres on the occurrence of toxoplasmic encephalitis in HIV-infected patients. AIDS. 1996;10(13):1521–7. doi: 10.1097/00002030-199611000-00010.
Neda K, Guegan H, Stajner T, Belaz S, Robert-Gangneux F. Treatment of toxoplasmosis: current options and future perspectives. Food Waterborne Parasitol. 2019;15:e00039. doi:10.1016/j.fawpar.2019.e00039.
Schlüter D, Barragan A. Advances and challenges in understanding cerebral toxoplasmosis. Frontiers in Immunology. 2019;10:242. doi:10.3389/fimmu.2019.00242.
Canessa A, Bono V, Leo P, Piersantelli N, Terragna A. Cotrimoxazole therapy of Toxoplasma gondii encephalitis in AIDS patients. Eur J Clin Microbiol Infect Dis. 1992;11(2):125–30. doi:10.1007/BF01967063.
Prosty C, Hanula R, Levin Y, Bogoch II, McDonald EG, Lee TC. Revisiting the evidence base for modern-day practice of the treatment of toxoplasmic encephalitis: a systematic review and meta-analysis. Clin Infect Dis. 2022 Aug 9:ciac645. doi:10.1093/cid/ciac645.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Tyas Dwi Arshanti, Putri Purnama Dewi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.






