Pengaruh Kegiatan Seminar terhadap Tingkat Pengetahuan Pemeriksaan Penunjang Penyakit Infeksi dan Autoimun pada Mahasiswa Kedokteran dan Mahasiswa Teknologi Laboratorium Medik
Penelitian
DOI:
https://doi.org/10.55175/cdk.v53i05.1801Kata Kunci:
Mahasiswa kedokteran, mahasiswa teknologi laboratorium medis, pemeriksaan penunjang, seminar, tingkat pengetahuanAbstrak
Pendahuluan: Pemeriksaan penunjang berperan dalam tahapan penegakan diagnosis pasti, termasuk pada penyakit infeksi dan penyakit autoimun. Kompleksitas pemeriksaan penunjang yang ada pada saat ini membutuhkan pembaharuan informasi melalui kegiatan seminar kepada calon tenaga kesehatan, yaitu mahasiswa kedokteran dan mahasiswa teknologi laboratorium medis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan tingkat pengetahuan pemeriksaan penunjang terhadap penyakit infeksi dan autoimun sebelum dan sesudah seminar pada Mahasiswa Kedokteran dan Mahasiswa Teknologi Laboratorium Medis. Metode: Desain penelitian yang digunakan yaitu Quasi experimental tipe One Group Pretest-Posttest dengan total sampling pada mahasiswa yang menghadiri seminar berjumlah 86 orang berasal dari Universitas Tanjungpura, Poltekkes Kemenkes Pontianak, dan Poltekkes Aisyiyah Pontianak. Hasil: Hasil uji Wilcoxon untuk melihat pengaruh kegiatan seminar menunjukkan signifikansi (p < 0,005) diikuti dengan peningkatan nilai antara pretest dan posttest pada seluruh butir pertanyaan. Kesimpulan: Terdapat peningkatan tingkat pengetahuan pemeriksaan penunjang sebelum dan sesudah kegiatan seminar.
Unduhan
Referensi
Zumla A. Mandell, Douglas, and Bennett’s principles and practice of infectious diseases. Lancet Infect Dis. 2010;10(5):303–4. doi:10.1016/S1473-3099(10)70089-X.
Brooks GF, Butel JS, Morse SA, Mudihardi E, Jawetz Me. Adelberg’s mikrobiologi kedokteran. 27th ed. Buku Kedokteran EGC; 2017.
Baratawidjaja KG. Imunologi dasar. 12th ed. Jakarta: Balai Penerbit FKUI; 2024.
Gallo J, Raska M, Kriegova E, Goodman SB. Inflammation and its resolution and the musculoskeletal system. J Orthop Translat. 2017;10:52–67. doi: 10.1016/j.jot.2017.05.007.
Bolboaca SD. Medical diagnostic tests: a review of test anatomy, phases, and statistical treatment of data. Comput Math Methods Med.2019;2019:1–22. doi:10.1155/2019/1891569.
Caliendo AM, Gilbert DN, Ginocchio CC, Hanson KE, May L, Quinn TC, et al. Better tests, better care: improved diagnostics for infectious diseases. Clin Infect Dis. 2013;57 Suppl 3:S139–70. doi: 10.1093/cid/cit578.
Castro C, Gourley M. Diagnostic testing and interpretation of tests for autoimmunity. J Allerg Clin Immunol. 2010;125(2 Suppl 2):S238–47. doi: 10.1016/j.jaci.2009.09.041.
Morjaria S, Chapin KC. Who to test, when, and for what: why diagnostic stewardship in infectious diseases matters. J Mol Diagn. 2020;22(9):1109–13. doi: 10.1016/j.jmoldx.2020.06.012.
Charisma N, Heldayani E, Tanzimah T. Pengaruh karakteristik gender terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika di kelas V SD Negeri 32 Palembang. Bada’a. 2022;4(2):257–68. doi: 10.37216/badaa.v4i2.661.
Fadilah M, Ningsih W, Berlin O, Wimaulia A, Azlin A, Syakurah RA. Pengaruh seminar online terhadap pengetahuan dalam meningkatkan imunitas untuk menghadapi covid-19 dan persepsi mengenai new normal pada masyarakat awam. J Kesmas. 2021;6(2):134. doi: 10.35329/jkesmas.v6i2.1877.
Hinton P, McMurray I, Brownlow C. SPSS explained. 1st ed. Routledge; 2004. doi: 10.4324/9780203642597.
Satria B, Kasim F, Sitepu K, Rambey H, Simarmata M, Melda Br Bangun S, et al. Hubungan karakteristik responden dan dukungan keluarga dengan kepatuhan terhadap protokol kesehatan pencegahan COVID-19 di Kecamatan Datuk Lima Puluh Kabupaten Batu Bara. JKG. 2021;3(2):213–7. doi: 10.35451/jkg.v3i2.688.
Konsil Kedokteran Indonesia. Standar kompetensi dokter Indonesia [Internet]. Konsil Kedokteran Indonesia; 2012:2. Available from: https://indonesia-orthopaedic.org/storage/app/media/Standar-Kompetensi-Dokter-Indonesia-SKDI-KKI-Tahun-2012.pdf.
Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/313/2020 tentang Standar Profesi Ahli Teknologi Laboratorium Medik. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2020.
Hadi IA. Integrasi kurikulum dan pengetahuan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Inspirasi 2025;9(1):19–49. doi: 10.61689/inspirasi.v9i1.686.
Lestari SMP. Perbedaan tingkat self directed learning readiness pada mahasiswa tahun pertama, kedua dan ketiga di Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati. J Ilmu Kedok Kes 2016;3(2):688–94. doi:10.33024/.v3i2.737.
Wijayanti. Hubungan antara minat baca dengan prestasi belajar pada mata kuliah Asuhan Kebidanan II pada mahasiswa semester III Akademi Kebidanan Mitra Husada Karanganyar. J Kes Kusuma Husada. 2011;2(1):53–9.
Nathalie C, Misra S, Verbakel JY, Verbeke G, Molenberghs G, Taylor PN, et al. Incidence, prevalence, and co-occurrence of autoimmune disorders over time and by age, sex, and socioeconomic status: a population-based cohort study of 22 million individuals in the UK Conrad. Lancet. 2023;401(10391):1878–90. doi: 10.1016/S0140-6736(23)00457-9.
Dharmambal C, Anavarathan S. Comparison of seminar and lecture as teaching method and student perception on the seminar and lecture in medical education. Int J Res Dermatol. 2021;7(2):188. doi: 10.18203/issn.2455-4529.IntJResDermatol20210565.
Jayani S, Hastjarjo TD. Pengaruh frekuensi pemberian tes terhadap memori jangka panjang bacaan pada siswa SMA. J Psikologi Tabularasa. 2011;6(2):430–41. https://doi.org/10.26905/jpt.v6i2.190.
Morato AGD, Diarthini NLPE, Utami DKI. Literature review: efektivitas interprofessional education (IPE) terhadap peningkatan kemampuan dan kompetensi antar profesi kesehatan. JK. 2021;12(2):322–9. doi: 10.26630/jk.v12i2.2264
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Zulfa Khairunnisa Ishan, Florean Hartungi, Puji Astuti, Sari Eka Pratiwi, Rifa Amalia Putri, Zaky Imaduddin

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.






