Myiasis Telinga pada Lansia – Sebuah Laporan Kasus

Laporan Kasus

Penulis

  • Ridha Patria Febriani Dokter Spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan-Bedah Kepala dan Leher, Bagian Ilmu Penyakit Telinga, Hidung, dan Tenggorokan RS Keluarga Sehat, Pati
  • Dian Ayu Ruspita Staf Departemen Ilmu Penyakit Telinga, Hidung, dan Tenggorokan-Bedah Kepala dan Leher RSUP Dr Kariadi, Semarang
  • Ryan Halleyantoro Staf Pengajar Pendidikan Dokter Departemen Parasitologi Klinis, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55175/cdk.v53i03.1890

Kata Kunci:

Aural myiasis, laporan kasus, larva lalat, infestasi parasit

Abstrak

Pendahuluan: Aural myiasis merupakan infestasi parasit langka di liang telinga eksternal yang disebabkan oleh larva lalat. Kondisi ini lebih sering terjadi di daerah tropis dan subtropis, dengan faktor risiko seperti kebersihan yang buruk, penyakit kronis, dan paparan lingkungan yang terkontaminasi larva lalat. Kasus: Seorang pria berusia 72 tahun dari sebuah desa terpencil datang dengan keluhan nyeri hebat di telinga kanan, disertai sekret berdarah serta sensasi gerakan di liang telinga. Setelah beberapa kali prosedur evakuasi, seluruh larva berhasil dikeluarkan. Pasien mendapat terapi antibiotik, analgesik, dan irigasi antiseptik. Pembahasan: Aural myiasis menimbulkan risiko kesehatan, terutama pada populasi lansia dan pedesaan. Keterlambatan penanganan dapat menyebabkan kerusakan jaringan yang luas dan infeksi sekunder. Simpulan: Diagnosis dilakukan dengan mengidentifikasi larva lalat pada bagian tubuh yang terinfeksi. Penatalaksanaan komprehensif meliputi evakuasi larva secara mekanis, terapi farmakologis, serta edukasi pencegahan. Peningkatan kewaspadaan tenaga medis diperlukan untuk mengurangi morbiditas akibat aural myiasis.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Francesconi F, Lupi O. Myiasis. Clin Microbiol Rev. 2012;25(1):79−105. doi: 10.1128/CMR.00010-11.

Jallow BJJ, Gassara G, Bajinka O, Luo Y, Liu M, Cai J, et al. Human myiasis in Sub-Saharan Africa: a systematic review. PLoS Negl Trop Dis. 2024;18(3):e0012027. doi: 10.1371/journal.pntd.0012027.

Agnelli S, King RB. Aural myiasis in Ancient Rome: Celsus and the ear maggots. J Laryngol Otol. 2023;137(12):13458. doi: 10.1017/S002221512200247X.

Mintz E, Smitherman H. Aural myiasis by Sarcophagidae in a pediatric patient: a case report and literature review. J Case Rep Images Pediatr 2023;5(2):6–11. doi: 10.5348/100022Z19EM2023CR.

Wang Y, Sun Y, Kong W, Wang Y. Aural myiasis: a case report and literature review. Ear Nose Throat J. 2022;101(7):430−2. doi:10.1177/0145561320966072.

Winata SM, Yolanda N. Wound myasis pada anak. Cermin Dunia Kedokt. 2014;41(8):601−4.

Calvopina M, Ortiz-Prado E, Castaneda B, Cueva I, Rodriguez-Hidalgo R, Cooper PJ. Human myiasis in Ecuador. PLOS Neglect Trop Dis.2020;14(2):e0007858. doi: 10.1371/journal.pntd.0007858.

Jayasundara B, Banneheke H, Wickremasinghe S, Kallora JB, Dissanayake KP. Human oro-nasopharyngeal myiasis by Chrysomya Bezziana (Old-World Screwworm): the first reported case in Sri Lanka. Ear, Nose Throat J. 2023:1455613231207283. doi:10.1177/01455613231207283.

Gontijo JRV, Bittencourt FV. Wound myiasis: the role of entodermoscopy. An Bras Dermatol. 2018;93(5):746−8. doi: 10.1590/abd1806-4841.20188043.

Calheiros-Lobo J, Lucas A, Cunha A, Elias F, Correia J. Cutaneous wound myiasis - a possible infection in developed countries. Semergen. 2024;50(2):102060. doi: 10.1016/j.semerg.2023.102060.

Kaur M, Kaur I. Cutaneous myiasis of the scalp presenting as bilateral orbital edema. AMEI’s Curr Trends Diagn Treat. 2020;4:107–9. doi:10.5005/jp-journals-10055-0099.

Al Jabr I. Aural myiasis, a rare cause of earache. Case Rep Otolaryngol. 2015:2015:219529.. doi: 10.1155/2015/219529.

Pappano DA, Trout Fryxell R, Bernard E, Radu H. Domestically acquired aural myiasis in a Tennessee girl. Pediatr Emerg Care. 2020;36(11):e654−5. doi:: 10.1097/PEC.0000000000001537.

Wagner R, Zabala R, Choi J. Advanced aural myiasis with external ear destruction. Ear Nose Throat J. 2019;98(8):469−70. doi:10.1177/0145561319839333.

Mengi E, Demirhan E, Arslan IB. Aural myiasis: case report. North Clin Istanb. 2015;1(3):175−7. doi: 10.14744/nci.2014.96967.

Rummens, E, Van der Mieren G, Van Rompaey, V, Piessens, P, Somville, F. Aural myiasis: a case report on a rare entity. Cureus 2020;12:e10617. doi: 10.7759/cureus.10617.

Diterbitkan

2026-03-10

Cara Mengutip

Febriani, R. P., Ruspita, D. A., & Halleyantoro, R. (2026). Myiasis Telinga pada Lansia – Sebuah Laporan Kasus: Laporan Kasus. Cermin Dunia Kedokteran, 53(03), 162–165. https://doi.org/10.55175/cdk.v53i03.1890

Terbitan

Bagian

Articles