Onychomadesis sebagai Komplikasi Langka pada Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut: Laporan Kasus

Laporan Kasus

Penulis

  • Riana Suwarni Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Indonesia
  • Anjar Nuryanto Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55175/cdk.v53i02.1731

Kata Kunci:

Laporan kasus, penyakit tangan, kaki, dan mulut, HFMD, onikomadesis

Abstrak

Pendahuluan: Onikomadesis merupakan kelainan kuku yang jarang terjadi, ditandai dengan terpisahnya lempeng kuku dari matriks kuku, sehingga dapat menyebabkan kerontokan kuku. Kondisi ini telah dilaporkan sebagai komplikasi lanjut penyakit tangan, kaki, dan mulut (hand,
foot, and mouth disease/HFMD), yaitu infeksi virus yang umum terjadi pada anak dan biasanya bersifat self-limited, namun dapat disertai berbagai komplikasi. Kasus: Seorang anak laki-laki berusia 4 tahun mengalami munculnya garis-garis transversal berwarna keputihan pada kuku jari tangan dan kaki, yang kemudian diikuti dengan terlepasnya kuku dari matriks kuku. Dua bulan sebelum terjadinya perubahan kuku, pasien mengalami demam yang disertai ruam papulovesikuler di sekitar mulut, tangan, dan kaki, serta lesi aftosa di rongga mulut yang
sesuai dengan gambaran klinis HFMD. Pada saat keterlibatan kuku terjadi, tidak ditemukan nyeri, tanda peradangan, ataupun tanda infeksi sekunder. Pembahasan: Berdasarkan riwayat klinis dan temuan pemeriksaan fisik, ditegakkan diagnosis onikomadesis sebagai komplikasi lanjut HFMD. Onikomadesis diketahui dapat muncul beberapa minggu hingga beberapa bulan setelah infeksi HFMD dan umumnya bersifat self-limited tanpa memerlukan terapi khusus. Kesimpulan: Onikomadesis dapat terjadi sebagai komplikasi lanjut HFMD pada anak. Kondisi ini bersifat jinak, tidak memerlukan pengobatan khusus, dan diharapkan dapat mengalami perbaikan serta resolusi lengkap dalam waktu
6 minggu.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Zhu P, Ji W, Li D, Li Z, Chen Y, Dai B, et al. Current status of hand-foot-and-mouth disease. J Biomed Sci. 2023;30(1):15. doi: 10.1186/s12929-023-00908-4.

Suni NSP. Mewaspadai lonjakan kasus hand, foot, mouth disease pasca libur lebaran 2024. Info Singkat DPR RI; 2024. p.16–20.

Saguil A, Kane SF, Lauters R, Mercado MG. Hand-foot-and-mouth disease: rapid evidence review. Am Fam Physician. 2019;100(7):408–14. PMID: 31573162.

Gan X, Zhang T. Onychomadesis after hand-foot-and-mouth disease. CMAJ. 2017;189(7):E279. doi: 10.1503/cmaj.160388.

Alghamdi A, Mazraani N, Alghamdi Y, Albugami SM. Onychomadesis and Beau’s line following hand-foot-and-mouth disease in a seven-year-old male. Cureus 2022;14(4): e23832. doi: 10.7759/cureus.23832.

Hardin J, Haber RM. Onychomadesis: literature review. Br J Dermatol. 2015;172(3):592–6. doi: 10.1111/bjd.13339.

Irving S, Barclay-Buchanan C. Onychomadesis: a rare sequela of hand, foot, and mouth disease. J Emerg Med. 2015;49(4):e127–8. doi: 10.1016/j.jemermed.2015.04.021.

Guerra AM, Orille E, Waseem M. Hand, foot, and mouth disease [Internet]. 2023 [cited on 2024 Jun 9]. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK431082/.

Lei X, Cui S, Zhao Z, Wang J. Etiology, pathogenesis, antivirals and vaccines of hand, foot, and mouth disease. Natl Sci Rev. 2015;2(3):268–84. https://doi.org/10.1093/nsr/nwv038.

Cordosa J, Farrar J, Zijian F, Fukushima W, Zifen G, Khanh TH, et al. A guide to clinical management and public health response for hand, foot and mouth disease (HFMD). World Health Organization (WHO) [Internet]. 2011. Available from: https://iris.who.int/server/api/core/bitstreams/83910cae-0a19-4a57-bd38-bd119ed92179/content.

Chen G, Huang C, Luo D, Yang J, Shi Y, Li D, et al. Clinical characteristics and treatment overview in hand-foot-and-mouth disease using real-world evidence based on hospital information system. Evidence-Based Complement Alternative Med 2022;2022:1–9. doi: 10.1155/2022/9156186.

Repass GL, Palmer WC, Stancampiano FF. Hand, foot, and mouth disease: identifying and managing an acute viral syndrome. Cleve Clin J Med. 2014;81(9):537–43. doi: 10.3949/ccjm.81a.13132.

Tikute S, Lavania M. Hand, foot, and mouth disease (HFMD) in India: A review on clinical manifestations, molecular epidemiology, pathogenesis, and prevention. Indian Dermatol Online J 2023;14(4):475. doi: 10.4103/idoj.idoj_423_22.

Xavier JPO, Junior JCCX. Onychomadesis secondary to hand-foot-and-mouth disease: report of two cases. An Bras Dermatol. 2020;95(2):266–8. doi: 10.1016/j.abd.2019.06.011.

Kim BR, Yu DA, Lee SR, Lim SS, Mun JH. Beau’s lines and onychomadesis: a systematic review of characteristics and aetiology. Acta Derm Venereol 2023;103:adv18251. doi: 10.2340/actadv.v103.18251.

Chiu HH, Liu MT, Chung WH, Ko YS, Lu CF, Lan CC, et al. The mechanism of onychomadesis (nail shedding) and Beau’s lines following hand-foot-mouth disease. Viruses 2019;11(6):522. doi: 10.3390/v11060522.

Ravanagomagan M, Kumar MS, Krithika A. Onychomadesis a late manifestation of hand, foot and mouth disease: a case series. J Clin Diagnost Res. 2022;16(12):1–3. doi: 10.7860/JCDR/2022/59668.17220.

Ciftci E. Onychomadesis. J Pediatr Infect. 2023;17(1):56. doi: 10.5578/ced.20239909.

Arun Babu T, Nagendran P. Idiopathic onychomadesis. BMJ Case Rep. 2023;16(12):e257235. doi: 10.1136/bcr-2023-257235.

Salgado F, Handler MZ, Schwartz RA. Shedding light on onychomadesis. Pediatr Dermatol. 2017;99:33–6. PMID: 28207011.

Diterbitkan

2026-02-10

Cara Mengutip

Suwarni, R., & Nuryanto, A. (2026). Onychomadesis sebagai Komplikasi Langka pada Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut: Laporan Kasus: Laporan Kasus. Cermin Dunia Kedokteran, 53(02), 104–107. https://doi.org/10.55175/cdk.v53i02.1731