Seorang Wanita Berusia 27 Tahun dengan Tuberkulosis Genitourinari: Masalah Diagnosis di Daerah Pedesaan Indonesia - Laporan Kasus

Laporan Kasus

Penulis

  • Teresa Asali Dokter Umum RSUD Ade Muhammad Djoen, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Indonesia
  • Feddy Setiady Dokter Umum Puskesmas Boyan Tanjung Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat, Indonesia
  • Agung Ambara Putra Dokter Spesialis Penyakit Dalam, RSUD Ade Muhammad Djoen, Kabupaten Sintang, Kalimantan Bara, Indonesiat
  • Harina Salim Dokter Spesialis Patologi Klinik, RSUD Ade Muhammad Djoen, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55175/cdk.v53i01.1883

Kata Kunci:

Laporan kasus, diagnosis, tuberkulosis urogenital, daerah pedesaan

Abstrak

Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) urogenital merupakan salah satu bentuk TB ekstraparu yang paling sering ditemukan, namun sering kali tidak terdiagnosis karena gejalanya yang kurang spesifik dan sering menyerupai infeksi saluran kemih berulang. Kasus: Seorang Wanita berusia 27 tahun dirujuk ke rumah sakit dengan keluhan sering buang air kecil dan terasa nyeri sejak 6 bulan, disertai dengan demam hilang timbul dan batuk sesekali. Pasien telah diobati dengan beberapa antibiotik, tetapi gejalanya tidak membaik. Pemeriksaan laboratorium termasuk mikroskopis urin, antigen LAM, dan Xpert MTB/RIF menunjukkan Mycobacterium tuberculosis pada sampel urin. Pemeriksaan rontgen toraks dan BTA sputum menunjukkan infeksi tuberkulosis paru. Pasien diterapi dengan obat antituberkulosis selama 6 bulan dan mengalami perbaikan klinis. Diskusi: Diagnosis tuberkulosis genitourinaria sulit dilakukan karena gejalanya tidak spesifik dan sensitivitas mikroskopi urin rutin yang terbatas. Meskipun Xpert MTB/RIF memiliki akurasi yang tinggi, ketersediaannya masih terbatas di banyak fasilitas layanan kesehatan. Uji LAM menunjukkan kegunaan pada TB terkait HIV, namun perannya pada TB genitourinaria non-HIV masih belum pasti. Strategi diagnostik yang lebih terjangkau dan mudah diakses diperlukan untuk deteksi dini. Simpulan: Diagnosis TB urogenital masih menjadi tantangan terutama di daerah pedesaan dengan keterbatasan fasilitas diagnostik. Adanya riwayat medis yang cermat, pemeriksaan urin berulang, serta uji sederhana seperti apusan mikroskopis urin, LAM, dan MTB/RIF dapat membantu diagnosis dini dan mencegah komplikasi berat seperti gagal ginjal stadium akhir.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Alsayed SSR, Gunosewoyo H. Tuberculosis: pathogenesis, current treatment regimens and new drug targets. Int J Mol Sci. 2023;24(6):5202.doi: 10.3390/ijms24065202.

Muneer A, Macrae B, Krishnamoorthy S, Zumla A. Urogenital tuberculosis — epidemiology, pathogenesis and clinical features. Nat Rev Urol 2019;16(10):573–98. doi: 10.1038/s41585-019-0228-9.

Furin J, Cox H, Pai M. Tuberculosis. The Lancet 2019;393(10181):1642–56. doi: 10.1016/S0140-6736(19)30308-3.

Global tuberculosis report 2024. 1st ed. World Health Organization: Geneva; 2024.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Laporan program penanggulangan tuberkulosis tahun 2022. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2023.

Sharma SK, Mohan A, Kohli M. Extrapulmonary tuberculosis. Expert Rev Respir Med. 2021;15(7):931–48. doi:10.1080/17476348.2021.1927718.

Bonkat G, Pickard R, Bartoletti R, Bruyere F, Geerlings SE, Wagenlehner F, et al. EAU guidelines on urological infections. Eur Assoc Urol.2017;18:22–26.

Kulchavenya E, Kholtobin D. Diseases masking and delaying the diagnosis of urogenital tuberculosis. Ther Adv Urol. 2015;7(6):331–8. doi:10.1177/1756287215592604.

Figueiredo AA, Lucon AM, Srougi M. Urogenital tuberculosis. Microbiol Spectr. 2017;5(1):5.1.01. doi: 10.1128/microbiolspec.TNMI7-0015-2016.

VanderVen BC, Huang L, Rohde KH, Russell DG, Jacobs WR, McShane H, et al. The minimal unit of infection: Mycobacterium tuberculosis in the macrophage. Microbiol Spectr. 2016;4(6): 10.1128/microbiolspec.TBTB2-0025-2016. doi: 10.1128/microbiolspec.TBTB2-0025-2016.

Kimura M, Araoka H, Baba H, Okada C, Murase Y, Takaki A, et al. First case of sexually transmitted asymptomatic female genital tuberculosis from spousal epididymal tuberculosis diagnosed by active screening. Int J Infect Dis. 2018;73:60–2. doi: 10.1016/j.ijid.2018.05.021.

Bausch K, Mantica G, Smith EJ, Bartoletti R, Bruyere F, Cai T, et al. Genitourinary tuberculosis: a brief manual for urologists on diagnosis and treatment from the European Association of Urology Urological Infections Panel. Eur Urol Focus 2024;10(1):77–9. doi: 10.1016/j.euf.2023.07.006.

Pingle P, Apte P, Trivedi R. Evaluation of microscopy, culture and PCR methods in the laboratory diagnosis of genito-urinary tuberculosis. Am J Infect Dis Microbiol. 2014;2(1):17–21. doi: 10.12691/ajidm-2-1-4.

World Health Organization. WHO consolidated guidelines on tuberculosis: rapid diagnostics for tuberculosis detection; module 3: diagnosis. 3rd ed. Geneva: World Health Organization; 2024.

Radwan A, Menias CO, El-Diasty MT, Etchison AR, Elshikh M, Consul N, et al. Multimodality imaging of genitourinary tuberculosis. Curr Probl Diagn Radiol. 2021;50(6):867–83. doi: 10.1067/j.cpradiol.2020.10.005.

Flores J, Cancino JC, Chavez-Galan L. Lipoarabinomannan as a point-of-care assay for diagnosis of tuberculosis: how far are we to use it? Front Microbiol. 2021;12:638047. doi: 10.3389/fmicb.2021.638047.

Yin X, Ye QQ, Wu KF, Zeng JY, Li NX, Mo JJ, et al. Diagnostic value of Lipoarabinomannan antigen for detecting Mycobacterium tuberculosis in adults and children with or without HIV infection. J Clin Lab Anal. 2022;36(2):e24238. doi: 10.1002/jcla.24238.

Cox JA, Lukande RL, Kalungi S, Marck EV, Van de Vijver K, Kambugu A, et al. Is urinary lipoarabinomannan the result of renal tuberculosis? assessment of the renal histology in an autopsy cohort of Ugandan HIV-infected adults. PLOS One 2015;10(4):e0123323. doi: 10.1371/journal.pone.0123323.

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. Tuberkulosis: pedoman diagnosis dan penatalaksanaan di Indonesia. Jakarta: Perhimpunan Dokter Paru Indonesia; 2021.

Diterbitkan

2026-01-06

Cara Mengutip

Asali, T., Setiady, F., Putra, A. A., & Salim, H. (2026). Seorang Wanita Berusia 27 Tahun dengan Tuberkulosis Genitourinari: Masalah Diagnosis di Daerah Pedesaan Indonesia - Laporan Kasus: Laporan Kasus. Cermin Dunia Kedokteran, 53(01), 44–47. https://doi.org/10.55175/cdk.v53i01.1883