Kebijakan Kecerdasan Buatan (AI)
Penulis yang menggunakan alat-alat kecerdasan buatan (AI) selama proses penyusunan naskah wajib mencantumkannya pada bagian “Pernyataan tentang Penggunaan Kecerdasan Buatan (AI)”. Jika penulis tidak menggunakan alat berbasis kecerdasan buatan (AI), harap dicantumkan juga.
Untuk Penulis: AI dan teknologi yang dibantu AI (misalnya, ChatGPT, Claude, Gemini, dll.) tidak boleh dicantumkan sebagai penulis atau rekan penulis. Penulis boleh menggunakan AI secara ketat untuk meningkatkan kemudahan dalam membaca dan bahasa, tetapi tidak untuk menghasilkan data, menafsirkan hasil, atau menarik kesimpulan ilmiah. Penulis sepenuhnya bertanggung jawab dan dapat dimintai pertanggungjawaban atas isi naskah mereka, termasuk bagian yang dihasilkan atau disempurnakan oleh AI. Penulis wajib memverifikasi keakuratan semua teks, kutipan, dan data yang dihasilkan oleh AI.
Untuk Reviewer dan Editor: Reviewer dan Editor dilarang keras mengunggah naskah yang diajukan ke alat AI yang dapat diakses secara publik, karena hal ini melanggar perjanjian kerahasiaan dan privasi data.
Ruang Lingkup Penggunaan: Penggunaan AI harus dibatasi untuk meningkatkan bahasa dan kemudahan dalam membaca. Penggunaan AI untuk menghasilkan hipotesis atau kesimpulan ilmiah tanpa pengawasan kritis dari manusia tidak dianjurkan. Penggunaan AI generatif untuk membuat, memanipulasi, atau menyempurnakan gambar yang mewakili data ilmiah dilarang keras.






